Selokan Mataram
Kegiatan outbond mempunyai manfaat yang banyak meskipun dilakukan dalam bentuk suatu permainan yang sederhana. Kegiatan outbond dapat melatih kebersamaan dan kerjasama dalam suatu kelompok atau tim dan kegiatan outbond sendiri juga dapat dilakukan di luar kelas atau lingkungan sekitar yang dapat dipakai atau memungkinkan untuk dilakukannya suatu kegiatan outbond tersebut. Kegiatan outbond dapat berupa penelusuran sungai Selokan Mataram seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa FIK UNY khususnya prodi PJKR kelas E.
Kegiatan outbond tersebut dilakukan dengan cara berenang menggunakan pelampung atau ban bekas yang berukuran besar agar mahasiswa dapat mengambang sehingga mahasiswa tersebut tidak tenggelam dan terjamin keselamatannya. Setiap mahasiswa diharuskan mampu berenang sepanjang aliran sungai Selokan Mataram sesuai jarak yang ditentukan oleh dosen yang bersangkutan, jarak yang harus ditempuh oleh kami sekitar 100 m yang tempatnya dimulai dari jembatan masuk Klebengan dan berakhir di sekitar depan kampus Fakultas Teknik UNY.
Kegiatan outbond ini dapat memanfaatkan sumber-sumber yang berasal dari lingkungan dan komunitas sekitar untuk pendidikan, untuk menjelaskan fungsi kita dalam alam semesta dan menunjukkan bagaimana menjaga kualitas lingkungan alam untuk kepentingan sekarang dan masa yang akan datang. Kegiatan ini dapat membuat setiap individu memiliki kesempatan unik untuk mengembangkan kreativitas dan inisiatif personal dan mengenalkan berbagai kegiatan di luar kelas yang dapat membuat pembelajaran lebih kreatif.
Dari pihak mahasiswa banyak yang mengeluh atau komplain kepada dosen yang dikarenakan oleh keadaan sungai tersebut yang sangat kotor, di sana banyak ditemukan kotoran yang berasal dari limbah rumah tangga seperti sampah bekas makan dan minum yang digunakan oleh warga, pembalut wanita yang sangat menjijikan, bangkai-bangkai hewan yang dibuang oleh warga yang semestinya tidak dibuang di sungai tetapi sebaiknya ditimbun tanah dan masih banyak lagi sampah-sampah yang mengotori sungai tersebut yang dapat merusak keindahan dan keasrian sebuah sungai.
Di lihat dari keadaan sungai tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa tingkat kesadaran warga sekitar akan pentingnya menjaga kebersihan suatu lingkungan sangat kurang dengan dibuktikannya dengan masih banyaknya sampah-sampah yang mengotori keadaan suatu sungai. Dan kesadaran akan kebersihan lingkungan sekitar masih perlu ada perbaikan sehingga dapat menciptakan suatu keadaan yang asri dan indah.
Pada saat pelaksanaan kegiatan outbond tersebut meskipun cuaca sangat tidak bersahabat dikarenakan pada saat itu di sekitar tempat yang dijadikan tempat pelaksanaan kegiatan outbond tersebut diguyur hujan yang sangat deras sampai-sampai para mahasiswa merasa sangat kedinginan sambil menunggu giliran untuk terjun ke dalam sungai dan berenang sepanjang sungai tersebut. Dengan sangat terpaksa para mahasiswa harus berbaur dengan kotoran dan sampah-sampah yang ada di dalam sungai tersebut. Tidak hanya itu para mahasiswa juga harus pulang dengan keadaan basah sesaat setelah melakukan kegiatan tersebut. Meskipun dinilai agak nekad tetapi kegitan ini sangat mengasyikan dan menyenangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar